Rencana para pemuda se Kaltara hendak melakukan demo besar-besaran di jakarta memperlihatkan bahwa ke inginan untuk pisah dari KALTIM bukan gertak sambal, dipuji salah satu inisiator deklarator pendirian Kaltara tahun 2000 di Malang yakni H Sofyan Asnawi.
Sebagai tokoh Senior politisi dan Jurnalis Kaltim yang mendukung berat Kaltim pecah dua ,H Sofyan mengatakan , harus ada gerakan terstruktur dan terencana yang wajib dilakukan para pemuda . Satu diantaranya “nguruk” secara besar-besaran ke Jakara . “tapi kalau mau murah pake kapal aja dan bisa banyak “ujarnya .
Sofyan yang di temui saat HUT Tarakan ke 11 di gedung DPRD Tarakan lebih jauh menjelaskan. Deklarasi Kaltara telah dilakukan di Malang saat seminar Kaltara tahun 2000 yang di gawangi mahasisw asal Utara Kaltim didukung kepala daerah masing –masing .
Usai seminar kata sofyan, Mahasiswa langsung melakukan deklarasi tentang “harga mati” bahwa Kaltara harus berdiri.Saat itu semua sepakat dan mengutarakn janji terus maju pantang mundur. Semangat inilah yang memicu berdirinya koalisi utara yang di motori semua kepala daerah di Utara Kaltim dengan nama Pertemuan Kaltara .
Pertemuan Kaltara ini sangat strategi sehinggga selain menjadi media membahas berbagi isu local tapi juga membahas langkah –langkah percepatan berdirinya Kalimantan Utara . Walau hanya berusia pendek yaknis sekitar kurang 2 tahunan pertemuan ini sempat menarik kelompok kontra dan pro kaltara di Samarinda . Imbasnya isu Kaltara menjadi isu Nasional dan dibahas berbagai kalangan .
Tapi sayang di akhir tahun 2004 perjuangan itu melemah dan membuat gusar kelompok pemuda yang diwakili Ismeth Mado ST.M.AP .
Pada persiapan seminar dan Deklarasi dimalang tahun 1999 dan berhasil di cetuskan pada tahun 2000 Ismeth masih Mahasiswa SI. Dan ia merasa sekali saling tarik ulur berbagai kekuatan terkait masalah Kaltara ini.
Oleh karenanya tahun 2005 Ismeth pernah mengutarakan kekesalanya di berbagai media karena perjuangan mulai “lemah”dengan berbagai sebab . (lihat situs ini berita November 2005)
|