Membunuh kesepakatan,begitulah kira-kira yang ada dibenak ketua Badan Kehormatan DPRD tarakan Drs Rakhmad Majid Gani terhadap keinginan keras petinggi PLN untuk menaikan Tarif dasar Listrik (TDL) lokal di Tarakan. Padahal beberapa tahun lalu ketika PLN hendak menaikan TDL local mereka meloby kemana-mana mencari dukungan agar ide kenaikan TDL ditahun 2003 disetujui. Walau saat itu para wakil rakyat “kepanasan” dengan ide TDL local yang jauh diatas TDL Nasional.
“mereka mengatakan saat itu tidak akan ada pemadaman bila TDL local di setujui,jadi komi oke saja ”kata Rahmat . Tapi sekarang mereka malah mau menghancurkan janji mereka beberapa waktu lalu .
Berdasarkan pengalaman diatas kita harus extra hati-hati dengan janji mereka karena bisa saja sewaktu-waktu mereka berubah,ucapnya lugas .
Sementara itu Ketua Fraksi Fatriot HM Yusuf Ramlan SH, H Fadlan Hamid (PPP) Abdul Khair (PBR) dan Syamsudin Arfah dari Fraksi PKS juga sangat kesal dengan ide kenaikan TDL.
Padahal menurut mereka dengan TDL sekarang seharusnya pelayanan prima sudah maksimal dan harus tidak ada dibenak para petinggi PLN untuk menaikan TDL local.
“untuk nasional saja Tarakan merupakan yang tertinggi di banding Daerah lain , lalu mau tinggi seperti apa lagi”kata Syamsuidn Arfah.Ia tidak mengerti mengapa menejemen PLN lari dari kesepakatan yang telah dibuat beberapa waktu lalu .Ia berharap PLN melakukan berbagai hal terlebih dahulu baru melontarkan ide kenaikan tersebut .
Sementara itu H Abdul Khair (PBR) mengingatkan kembali tentang sistem menejemen PLN Tarakan. “tanda-tanda tersebut dapat dilihat dengan Mesin yang didatangkan PLN tarakan tahun 2007 dan menganggur begitu lama”ungkap pria paro baya ini.
Tanpa mau menyudutkan PLN Tarakan , ia mengatakan bahwa sikap hati-hati para wakil Rakyat harus dikembangkan dengan melihat apa yang telah dilakukan PLN tarakan.
Bukan jamannya lagi melakukan menejemen Reaktif yang kadang tidak memihak rakyat tapi laksanakan menejemen yang memiliki perencanaan jauh kedepan dan matang .
|