Semua saling membutuhkan dan tidak ada yang dapat berdiri sendiri atau mengerjakan apa saja tanpa bantuan orang, kata Supa’ad Hadyanto beberapa waktu lalu. Ini dikatakanya menyikapi sikap koordinasi yang dinilianya masih minim antara daerah bertetangga di Utara Kaltim.
Padahal saling ketergantungan antar daerah tersebut sangat penting terutama bila dikaitkan dari sisi pertumbuhan ekonomi daerah masing-masing. Kita ambil contoh pertambakan, lanjut Supa’ad, perekonomian dari sisi kelautan ini sebenarnya berpusat di daerah seperti Bulungan, Nunukan dan Tana Tidung. Tapi justru yang mengambil manfaat banyak adalah Tarakan, pasalnya semua perusahaan pembekuan (Cold Storage) dan pemasaran berpusat disini.
Sebaliknya, barang-barang dari berbagai jenis dari luar Kaltim singgah terlebih dahulu di Tarakan lalu kemudian menyebar. Makanya jangan heran kontainer dengan barbagai jenisnya paling banyak di Tarakan. Demikian juga agen-agen besar berada di Tana Paguntaka ini.
Ia mengingatkan pernah dulu ada pertemuan Kaltara yang sangat bagus dan dapat dijadikan media untuk saling mengisi, menutup kelemahan dan memperbesar ruang keberhasilan. Dan pertemuan Kaltara itu sempat dijadikan alat sosialisasi efektif berdirinya Kaltara. Dan banyak masalah terpecahkan dengan pertamuan Kaltara yang dilakukan 3 bulan sekali itu.
Makanya saat-saat awal mengembangkan ide mahasiswa yang ingin Utara Kaltim pisah dengan Kaltim dan membentuk provinsi sendiri dengan nama Kaltara sangat direspon positif kepala daerah yang tergabung dalam Aliansi Kaltara tersebut.
Tapi kemudian Aliansi Utara itu mendapat predikat almarhum dikarenakan sesuatu dan lain hal dan tidak ada tokoh karismatik yang mampu mewujudkan ide brilian itu lagi, hingga sekarang.
Membentuk kekuatan eknomi Utara yang sangat kuat harus dilakukan agar percepatan perkembangan pembangunan di Utara bisa menyaingi daerah perbatasan yang maju pesat seperti Tawau dan Sandakan di Sabah Malaysia.
Oleh karena itu mencari pemimpin yang memiliki Visi dan Misi yang berorientasi kedepan dan berwawasan luas harus dipikirkan masyarakat Utara kaltim. Lalu kemudian bangkitkan kembali pertemuan Utara sebagai alat untuk mengembangkan daerah masing-masing. ”Saya kira aliansi Kaltara jilid II perlu dibangunkan lagi” sambung Legislator asal Patriot Pancasila ini .
Kaitannya dengan Pilwali dan Pilgub Supa’ad berpesan jangan memikirkan golongan saja tanpa memperhatikan kemampuan manajerial seseorang, hal itu akan sangat berbahaya. Oleh karena itu saya menghimbau agar teliti melihat calon pemimpin Bangsa dan pemimpin daerah prioritaskan yang kapabel dan memilki aklak bagus.
|